Tax Treaty Indonesia-Amerika : Tie Breaker Rule

Tie breaker rule adalah langkah-langkah yang digunakan untuk menentukan status resident orang pribadi atau badan yang memiliki resident ganda (double resident). Biasanya, tie breaker rule menempati Pasal 4 dari suatu tax treaty. Langkah-langkah pemecahan status resident ganda ini (langkah untuk orang pribadi lebih banyak dari badan), harus digunakan secara berurutan. Jika langkah pertama sudah berhasil menentukan status resident seseorang/badan, maka langkah berikutnya tidak perlu digunakan, begitu seterusnya.

Layaknya tax treaty yang lain, tax treaty Indonesia-Amerika tidak luput mencantumkan aturan tie breaker rule. Hanya saja, jika tie breaker rule orang pribadi dalam tax treaty umumnya terdiri dari permanent home, center of vital interest, habitual abode, dan terakhir mutual agreement, tax treaty Indonesia-Amerika memasukkan kriteria “citizenship” atau kewarganegaraan sebagai salah satu alat untuk memecahkan double resident.

Dalam tax treaty Indonesia-Amerika, kriteria citizenship ditetapkan sebagai langkah keempat. Dengan demikian, jika langkah satu sampai dengan tiga tidak berhasil memecahkan double resident, maka tidak langsung menggunakan langkah keempat –mutual agreement– seperti umumnya tax treaty, tetapi menggunakan kriteria citizenship terlebih dahulu.

Masih seputar tie breaker rule, tapi kali ini menyoal tentang definisi permanent home dalam tax treaty Indonesia-Amerika. Berbeda dari treaty lain yang tidak menegaskan definisi permanent home, tax treaty Indonesia-Amerika justeru sebaliknya. Dalam tax treaty ini ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan permanent home adalah tempat di mana Wajib Pajak tinggal bersama dengan keluarganya. Dilihat dari segi certainty, kita agaknya perlu mencontoh hal yang satu ini.

Di luar kedua hal di atas, tie breaker rule dalam tax treaty Indonesia-Amerika memiliki perbedaan lain yang membuatnya menjadi semakin tidak biasa. Umumnya, tax treaty hanya mengatur penggunaan tie breaker rule dalam kondisi yang seimbang dalam arti permanent home atau kriteria lainnya sama-sama dimiliki di kedua negara. Sebenarnya Tax treaty Indonesia-Amerika juga demikian. Namun, tax treaty ini menambahkan aturan yang lebih lengkap yaitu menetapkan aturan bahwa tie breaker rule selanjutnya juga dapat digunakan apabila di kedua negara tidak terdapat kriteria tie breaker rule sebelumnya.

Misalnya, kriteria center of vital interest juga dapat digunakan dalam hal Wajib Pajak sama-sama tidak memiliki permanent home di Indonesia dan Amerika.

http://konsultanpajak-aaa.com konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.multiply

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: