Kewajiban Pemotongan Pajak (Withholding Tax)

Pada prinsipnya, setiap WP Badan adalah pemotong pajak. Pihak yang harus memotong wajib memotong, pihak yang akan dipotong harus mau dipotong. Suatu prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa “kesepakatan antara perusahaan sebagai Wajib Pajak dengan pihak lain tidak bisa mengalahkan peraturan perpajakan.” Jadi bila terdapat perbedaan antara kontrak dengan peraturan perpajakan, maka peraturan perpajakan yang harus diikuti.

Jenis-jenis Pajak Pemotongan

PPh Pasal 21, yaitu untuk pembayaran kepada setiap orang pribadi seperti karyawan atau pihak ketiga;

PPh Pasal 22, yaitu pemungutan pajak untuk kegiatan impor dan kegiatan usaha tertentu yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan;

PPh Pasal 23, yaitu untuk pembayaran kepada WP Dalam Negeri yaitu badan, penyelenggara kegiatan, BUT atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya, orang pribadi yang belum dipotong PPh Pasal 21 dan passive income (bunga, dividen, royalti);

– PPh Pasal 26, yaitu untuk pembayaran kepada WP Luar Negeri dan BUT (terhadap penghasilan BUT setelah dikurangi PPh Badannya, kecuali jika ditanamkan kembali di Indonesia);

– PPh Pasal 4 ayat (2) atau PPh Final, yaitu untuk pembayaran tertentu yang ditentukan secara khusus seperti Bunga Deposito dan Tabungan, Hadiah dan Undian, Sewa Tanah dan Bangunan, Jasa Konstruksi, Pengalihan Tanah dan Bangunan dan sebagainya.

http://konsultanpajak-aaa.com konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.multiply


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: