PPh Pasal 26, Tax Treaty dan SKD/CRT

Pada dasarnya, pajak yang dikenakan di luar negeri bisa mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar di dalam negeri. Namun dalam faktanya, mekanisme seperti ini hanya merupakan fenomena tarik-menarik antar negara berkaitan dengan penerimaan pajaknya. Oleh sebab itu, negara satu dan negara yang lain menjalin tax treaty, yaitu perjanjian kerjasama untuk menghindari tarik-menarik itu dengan cara “berbagi”. Dengan treaty itu, maka tarif pengenaan pajak oleh suatu negara terhadap warga negara lainnya, dikurangi sampai jumlah tertentu atau dibebaskan sesuai yang diperjanjikan.

Untuk bisa menerapkan tarif ini, maka setiap warga negara asing yang akan dikenai pajak, harus bisa menunjukkan bahwa ia memang warga dari negara yang terikat oleh treaty tersebut. Pembuktiannya, ditunjukkan dengan SKD (Surat Keterangan Domisili) atau CRT (Certificate of Residence Taxpayer) yang biasanya berlaku 1 tahun. SKD dibuat oleh otoritas pajak dari negara yang terikat treaty. Kurang lebih, SKD itu menyatakan bahwa yang bersangkutan memang “Wajib Pajak” di negara tersebut.

http://konsultanpajak-aaa.com konsultan-pajak.co.cc aris-aviantara.blogspot aviantara.multiply


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: